Perwira Siswa Sekolah Staff Dan Komando, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Kunjungi Badan Geologi

perwirasiswasekolahstaffdankomandomarkasbesartentaranasionalindonesiakunjungibadangeologi
Suasana pemaparan dan diskusi di PVMBG.
     
Perwira Siswa Sekolah Staff dan Komando, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia melakukan kunjungan ke Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jumat (8/9/2017). Rombongan yang berjumlah 13 Perwira itu diterima oleh Kasbani selaku Kepala Pusat Vulkanologi dan Mititgasi Bencana Geologi  di kantornya Jalan Diponegoro 57 Bandung.
 
Dalam kunjungan sehari tersebut Para Perwira Sekolah Staff dan Komando melaksanakan studi lapangan untuk mendapatkan data primer terkait informasi kegunungapian dan mitigasinya termasuk mitigasi bencana geologi lainnya seperti gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah. Kunjungan ke Badan Geologi ini juga dalam rangka mendukung mata pelajaran Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
 
perwirasiswasekolahstaffdankomandomarkasbesartentaranasionalindonesiakunjungibadangeologi1
Kasbani Serahkan Publikasi Badan Geologi, kepada Kolonel Inf. Asep Nugraha
 
Dalam pertemuan itu, Kasbani yang didampingi para pejabat struktural dalam paparan singkatnya menyampaikan strategi Mitigasi Bencana Geologi di Indonesia beserta kendalanya. Para Perwira sangat antusias dengan kinerja Badan Geologi dalam rangka mitigasi bencana geologi, beberapa perwira bahkan langsung diskusi interaktif menyampaikan beberapa pertanyaan saat berlangsungnya pemaparan. Selain menyampaikan paparan Kasbani juga memberikan publikasi Badan Geologi  berupa Data dan Informasi hasil Mitigasi Bencana Geologi dan bahan dokumentasi lainnya termasuk penyerahan buku berupa Album Gunung Api Indonesia. Para perwira juga diajak melihat fasilitas ruang monitoring gunung api.
 
perwirasiswasekolahstaffdankomandomarkasbesartentaranasionalindonesiakunjungibadangeologi2
Diskusi di ruang Monitoring  PVMBG.
 
Rombongan Perwira dimana tiga orang diantaranya merupakan warga asing dari India, Pakistan dan Australia sangat tertarik ketika diperagakan MAGMA, sistem aplikasi mitigasi bencana geologi. Menyatakan kekagumannya setelah disampaikan bahwa MAGMA baru-baru ini masuk deretan 40 Top Nasional dalam Inovasi Pelayanan Publik tahun 2017.
 
Penulis: Agus Budianto



<Berita Terkini>