Indonesia Dan New Zealand Lakukan Review Kerja Sama Panas Bumi Di Indonesia

Badan Geologi mewakili Indonesia dan Ministry Foreign Affairs and Trade (MFAT) of New Zealand dengan melibatkan The Jacobs mengadakan pertemuan Project Steering Grup dan Technical Meeting. Kerjasama yang diusung mengenai Review Existing Medium and Low Enthalpy in Indonesia dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2017 di Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Bandung.
Pertemuan tersebut juga mengimplementasikan Partner Arrangement antara PSDMBP Badan Geologi dengan MFAT of New Zealand tentang “Accelerating Geothermal of Development in Indonesia” tahun 2017- 2022. Delegasi New Zealand diwakili Mr. Mehaka dan Ibu Ira dari Kedubes New Zealand dan melibatkan The Jacobs sebagai pelaksana. Sedangkan dari PSDMBP Badan Geologi dihadiri oleh Kepala Pusat Ir. Hedi Hidayat MSi, Kepala Bidang Panas Bumi, Arif Munandar, dan staf teknis Bidang Panas bumi.
indonesianewzealand
Project Steering Grup Meeting PSDMBP – MFAT-New Zealand-Jacobs
 
Kegiatan kerjasama ini juga berkaitan dengan Nota Kesepahaman antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Keuangan tentang  kerja sama penyelenggaraan fasilitasi penyediaan data dan informasi panas bumi untuk mendukung percepatan pemanfaatan panas bumi. Juga dalam rangka penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan tahun 2017 untuk kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Panas Bumi, dimana Jacobs New Zealand sebagai pelaksana PT. SMI.
 
Hasil dari pertemuan PSG disepakati bahwa Badan Geologi akan dilibatkan dalam review dan perencanaan pengeboran eksplorasi panas bumi daerah Waesano, Nusa Tenggara Timur. Telah dipilih untuk  program “Geothermal Fund atau Government Drilling” sebagai Komite Bersama yang akan memonitor kemajuan kegiatan eksplorasi panas bumi tersebut.
Badan Geologi melakukan review data geosains dan evaluasi penambahan data panas bumi agar data yang dikeluarkan lebih akurat sehingga mengurangi resiko dalam pekerjaan pengeboran eksplorasi panas bumi. Selain itu, Badan Geologi juga akan dilibatkan dalam kegiatan pengeboran eksplorasi dalam bentuk On Job Training (OJT) Drilling.
Potensi panas bumi Indonesia status Agustus 2017 dengan total Sumber Daya 11.153 MWe dan Cadangan 11.706, total potensi 28.700 GWe dari total 334 lokasi. Diperkirakan sebanyak 166 lokasi bertemperatur medium dan 80 lokasi bertemperatur rendah atau sekitar 4% dari total potensi panas bumi Indonesia. Status penyelidikan panas bumi tahun 2017 (Agustus) yakni : 50% dalam status survei pendahuluan dan baru 20% status survei rinci untuk daerah bertemperatur medium dan 30% status survei rinci untuk temperatur tinggi (High Temperature).
indonesianewzealand1
Technical Meeting tentang Potensi Panas bumi Medium dan low Entalphi PSDMBP-Jacobs
 
Dalam rangka percepatan pengembangan panas bumi temperatur medium dan rendah, Badan Geologi akan melakukan strategi ekplorasi, yakni: meningkatkan status eksplorasi di daerah bertemperatur rendah dan medium dengan survei 3G dan survei rinci Magnetotelurik.
Selanjutnya Badan Geologi akan melakukan pengeboran “Deep Slim Hole” untuk daerah-daerah prospek yang terpilih, terutama pada reservoir dangkal (<1000 meter).  Badan Geologi mendukung program percepatan pengembangan panas bumi melalui “Geothermal Fund” atau “Government Drilling”. Dalam diskusi  tersebut, Tim Jacobs NZ tertarik dan mendukung program Badan Geologi untuk melakukan Pengeboran Deep Slim Hole pada reservoir dangkal (shallow reservoir) dengan menggunakan Mesin Bor CS-14 Atlas Copco.
Tim Jacobs mempresentasikan “Low and Medium Temperatur and Development”. Dalam diskusi diperoleh beberapa kriteria temperatur dan potensi di daerah Medium-Low yang dapat dikembangkan sebagai tenaga listrik, Binnary Sistem, Pump Well serta Direct Use. Dalam Technical Meeting dan diskusi tersebut  disepakati akan dilakukan review geosains daerah prospek panas bumi Nage, Nusa tenggara Timur, Bituang, Sulawesi Selatan, dan Bora-Pulu dari Sulawesi Tengah.
Tim Jacobs melakukan kunjungan ke Workshop Bengkel dan Alat Pengeboran PSDMBP dan Laboratorium analisis Panas Bumi dan analisis Mikroskop Raman  serta analisis Petrografi. Dalam kunjungan tersebut, tim Jacobs mendapatkan gambaran bahwa PSDMBP-Badan Geologi memiliki peralatan yang cukup lengkap untuk eksplorasi panas bumi (survei 3G, survei MT, dan pengeboran landaian Suhu). Akan tetapi perlu didukung peralatan tentang Blow Out Power (BOP) dan mesin bor untuk Pengeboran Deep Slim Hole. Laboratorium PSDMBP memiliki akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak  tahun 2010 sampai sekarang yang terus terpelihara akreditasinya.
Pada akhir diskusi dilakukan review geosains daerah prospek panas bumi Nage, NTT. Tim Jacobs memberikan masukan terkait: temperatur geotermometer, karakteristik geokimia  dan review data AMT dan MT. Rekomendasi tim Jacobs, daerah Nage merupakan medium temperatur, memiliki potensi yang cukup menarik untuk dikembangkan. Akan tetapi memerlukan beberapa penambahan data dan pengeboran eksplorasi untuk menentukan status cadangannya.
indonesianewzealand2
Kunjungan Jacobs ke Workshop Peralatan pemboran dan Bengkel-PSDMBP

Hasil diskusi dan technical meeting Tim PSDMBP Badan Geologi dan Jacobs diperoleh peningkatan pengetahuan staf ahli Bidang Panas Bumi terkait: analisis data geokimia, penentuan geotermometer, interpretasi data gaya berat, AMT dan MT, penentuan sistem panas bumi, dan estimasi sumber daya panas bumi. Technical meeting ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi ahli-ahli Bidang Panas Bumi di PSDMBP Badan Geologi  mengenai karakteristik sistem panas bumi, review data geosains, dan pemanfaatan potensi energi panas bumi tertemperatur rendah dan medium secara tidak langsung untuk pembangkit listrik.

 SumberIwan Nursahan

<Berita Terkini>