Badan Geologi Tenangkan Masyarakat Dan Pemda Pacitan Dari Ancaman Longsor

Masyarakat Dusun Spring, Desa Bangunsari, Kecamatan Bandar dan Dusun Krajan, Desa Gasang, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan resah dan panik akibat terjadinya longsor. Melihat kejadian longsoran tipe lambat itu Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan meminta untuk melakukan penyelidikan dan pemetaan cepat terhadap ancaman bencana di daerah tersebut kepda Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hal ini sangat penting sebagai upaya mengurangi kemungkinan kerugian harta bendan dan risiko timbulnya korban jiwa akibat tanah longsor. Tim tanggap darurat sebanyak empat personil diturunkan ke lapangan pada (23-27/05/17) untuk melakukan identifikasi gerakan tanah yang  meliputi pemetaan retakan tanah, potensi ancaman gerakan tanah, sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

badangeologitenangkanmasyarakatdanpemdapacitandariancamanlongsor badangeologitenangkanmasyarakatdanpemdapacitandariancamanlongsor1

Tim Tanggap Darurat yang trdiri dari Asep Nursalim, Sumaryono, Fajri, dan Toto Rukada melakukan koordinasi dengan Bupati Pacitan dan BPBD Kabupaten Pacitan, dan menginventarisasi lokasi yang terkena dampak dan potensi ancaman gerakan tanah di Kecamatan Bandar dan Tulakan Kabupaten Pacitan,

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan di Dusun Sepring, Desa Bangunsari ditemukan retakan-retakan pada rumah yang berdinding permanen dan berlantai keramik serta retakan pada lahan penduduk. Dari hasil identifikasi gerakan tanah merupakan jenis gerakan tanah tipe lambat, dan dikontrol oleh endapan kolovium dan struktur geologi setempat. Untuk kasus di Dusun Sepring berdasarkan analisis tim belum diperlukan relokasi namun rumah yang digunakan sebaiknya rumah panggung hal ini karena tanah pelapukan dan endapan koluviumnya tipis, retakan yang ada masih dalam taraf belum membahayakan, namun perlu perbaikan saluran drainase agar air tidak masuk kea lam daerah yang mengalami retak-retak tersebut serta tetap senantiasa siaga jika curah hujan tinggi.

badangeologitenangkanmasyarakatdanpemdapacitandariancamanlongsor2 badangeologitenangkanmasyarakatdanpemdapacitandariancamanlongsor3

Sementara untuk kasus Desa Gasang longsoran merupakan tipe rayapan namun sangat merusak pemukiman sehingga diperlukan relokasi dan penduduk atau pemilik rumah (5 rumah rusak berat) sudah melakukan relokasi mandiri keluar dari area yang bergerak tersebut, lahan yang bergerak disarankan ditanami tanaman keras yang berakar kuat dan dalam tidak dipergunakan untuk persawahan dan pemukiman. Setelah pemeriksaan lapangan dilakukan sosialisasi dan wawancara dengan wartawan dan on air pagi dengan Radio Suara Pacitan, di daerah tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana longsor.


Sumber: Sumaryono PVMBG

 

<Berita Terkini>