Workshop Dminnovation 2017 : Peran Badan Geologi Dalam Pemodelan Bahaya Gempa Bumi, Tsunami Dan Abu Vulkanik

Sejak tahun 2010, Badan Geologi terlibat dalam kerjasama antara Indonesia dan Australia dalam bidang manajemen bencana, yang dalam hal ini masing-masing dikoordinasi oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan DFAT (Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia). Pada saat ini kerjasama tersebut diwadahi dalam sebuah proyek DMInnovation (Disaster Management Innovation) dengan tujuan membantu Pemerintah Indonesia dalam manajemen bencana melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dalam proyek ini Badan geologi bersama instansi lain (BMKG, ITB, Kementerian PUPR, LIPI) terlibat dalam program 3 mengenai riset dalam bidang gempa bumi, tektonik aktif dan tsunami di Indonesia, serta program 4 terkait  peta bahaya dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Terkait hal tersebut, pada tanggal 12 Juni 2017 di Hotel Luxton Bandung diadakan Lokakarya (workshop) koordinasi unit manajemen proyek terkait kedua program tersebut.
Setelah sesi pembukaan terdapat tiga sesi presentasi dan diskusi, masing-masing mengenai (1) peta bahaya gempa bumi; (2) program GREAT (Graduate Research on Earthquake and Active Tectonics) dan penelitian untuk memahami bahaya gempa bumi; dan (3) pemodelan bahaya gempa bumi, tsunami dan abu vulkanik di Badan Geologi.
Sesi presentasi pertama membahas peta bahaya gempa bumi nasional yang telah selesai dikerjakan dan akan segera dipublikasikan. Dalam sesi presentasi kedua dipaparkan mengenai program studi GREAT di ITB beserta hasil-hasil penelitian dan kontribusi-kontribusinya dalam pemahaman bahaya gempa bumi di Indonesia. Narasumber di sesi pertama dan kedua berasal dari ITB, Kementerian PUPR dan LIPI. Pada sesi tersebut dibahas pula mengenai peran Pusat Studi Gempa bumi Nasional (PuSGeN) dalam penyusunan peta bahaya gempa bumi nasional. PuSGeN, dimana Badan Geologi juga terliibat di dalamnya, merupakan organisasi formal non struktural yg dibentuk untuk mensinergikan sumber daya kementerian lembaga mengenai data dan informasi kegempaan di Indonesia.
workshopdminnovation2017peranbadangeologidalampemodelanbahayagempabumitsunamidanabuvulkanik
Kegiatan lokakarya (workshop) koordinasi unit manajemen proyek DMInnovation program 3 dan 4 pada tanggal 12 Juni 2017 di Luxton Hotel, Bandung

Sesi presentasi ketiga adalah mengenai kegiatan-kegiatan Badan Geologi dalam kerjasama dengan Australia beserta hasil-hasilnya, terutama dalam pemodelan bahaya gempa bumi yang dipresentasikan oleh Akhmad Solikhin, pemodelan tsunami oleh Kristianto dan pemodelan abu vulkanik oleh Oktory Prambada. Hasil dari pemodelan bahaya tersebut, khususnya untuk gempa bumi dan tsunami, dijadikan dasar dari peta kawasan rawan bencana (KRB) yang diterbitkan oleh Badan Geologi. Peta-peta KRB dari Badan Geologi, Kementerian ESDM menjadi peta tematik yang digunakan dalam kebijakan satu peta sesuai Peraturan Presiden No. 9 tahun 2016. Peta KRB tersebut telah dimanfaatkan pula oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan pemerintah daerah sebagai masukan dalam penyusunan tata ruang.
Pada saat ini Badan Geologi telah menyelesaikan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi dalam skala provinsi untuk seluruh Indonesia. Peta tersebut disusun berdasarkan hasil pemodelan bahaya gempa bumi dengan menggunakan metode Probabilistik Seismic Hazard Analysis (PSHA). Untuk peta KRB tsunami, Badan Geologi telah menerbitkan 31 lembar peta untuk 17 Provinsi di Indonesia. Langkah kedepan, Badan Geologi akan merevisi dan memeperbaharui peta-peta KRB gempa bumi tersebut dengan menambahkan informasi-informasi terbaru sebagai input nya serta menambah melengkapi peta KRB tsunami untuk daerah yang belum dipetakan. Sementara itu, pemodelan abu vulkanik saat ini belum menjadi salah satu dasar dalam penyusunan KRB gunungapi. Namun demikian, pemodelan abu vulkanik sangat bermanfaat untuk menilai potensi bencana dan analisis risiko serta untuk keperluan penelitian geologi jatuhan piroklastik.
workshopdminnovation2017peranbadangeologidalampemodelanbahayagempabumitsunamidanabuvulkanik1
Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi wilayah Indonesia yang dipublikasikan oleh Badan Geologi
workshopdminnovation2017peranbadangeologidalampemodelanbahayagempabumitsunamidanabuvulkanik2
Wilayah Indonesia dengan kawasan rawan bencana tsunami yang dipetakan oleh Badan Geologi

workshopdminnovation2017peranbadangeologidalampemodelanbahayagempabumitsunamidanabuvulkanik3
Contoh pemodelan abu vulkanik G. Guntur, Jawa Barat

Diskusi terbuka menjadi sesi terakhir dan penutup acara lokakarya ini. Di sesi penutup ini dibahas mengenai peta bahaya gempa Indonesia yang disusun oleh tim pemutakhiran peta bahaya gempa bumi nasional serta peta KRB gempa bumi dalam skala provinsi yang dipublikasikan oleh Badan Geologi. Kedua peta ini disusun dengan metode serta input dan parameter yang hampir sama, namun dengan skala dan peruntukan (purpose) yang berbeda. Peta bahaya gempa bumi Indonesia yang menampilkan hasil perhitungan percepatan tanah di batuan dasar dan lebih berguna sebagai panduan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, peta KRB gempa bumi menampilkan tingkat kerawanan suatu daerah terhadap guncangan gempa bumi berdasarkan perhitungan percepatan tanah di tanah permukaan dan lebih berguna dalam penataan ruang yang berbasis kebencanaan. Setelah sesi diskusi terbuka, acara lokakarya ditutup kembali oleh direktur pengurangan risiko bencana BNPB.
Sumber : Akhmad Solikhin

 

<Berita Terkini>