Laporan Kebencanaan Geologi 16 Juni 2017 (06:00 Wib)

LAPORAN KEBENCANAAN GEOLOGI  16 JUNI 2017 (06:00 WIB)

I. SUMMARY:
Hari ini, Jumat, 16 Juni 2017, Bencana Geologi yg terjadi sbb:

1. Gunung Api
 
G. Sinabung:
Tingkat aktivitas Level IV (Awas). Sinabung (2460 m dpl) dari kemarin sampai pagi ini  tampak jelas hingga berkabut. Secara visual dan melalui rekaman seismograf terjadi  erupsi letusan 8 kali. Kolom abu tebal putih keabuan tekanan sedang mencapai ketinggian 700-3200 m dari puncak, condong ke arah Timur dan Tenggara. Erupsi disertai guguran lava yang meluncur sejauh 500-1000 m ke lereng Timur dan Tenggara. Tidak terdengar suara gemuruh dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Bendungan Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas di Sungai Laborus masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi: 
-Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.
-Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
VONA:
Kode RED, terbit Tanggal 15 Juni 2017 Pukul 13:23 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 5660 m dari permukaan laut atau 3200 m dari puncak. Kolom abu condong ditiup angin ke arah Timur hingga Tenggara.

G. Marapi: 
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA) sejak tanggal 3 Agustus 2011. Marapi (2891 m dpl) pasca erupsi Tanggal 4 Juni 2017 (tinggi kolom abu 300-700 m dari puncak), dari kemarin sampai pagi ini, visual gunungapi tampak jelas hingga berkabut. Pengamatan secara visual menunjukkan kepulan uap putih tipis tekanan lemah mencapai ketingian 50-75 m, angin bertiup Lemah hingga Sedang ke arah Barat. Teramati 1 kali letusan setinggi 50 m di atas Kawah berwarna Kelabu condong ke arah Barat. Terekam 1 kali gempa Letusan dan 2 kali gempa Tektonik jauh. Tidak terdengar suara gemuruh di Pos G. Marapi yang berjarak 14 km di baratlaut dari puncak.

G. Dukono:
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi jelas hingga berkabut. Kolom abu erupsi putih-kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 300-600 m dari puncak, condong ke arah Timur hingga Timurlaut. Letusan terbesar terjadi sebanyak 24 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km utara dari puncak. Amplitudo dominan tremor hembusan 0.5-24 mm (dominan 3 mm).
Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA:
Kode ORANGE, terbit 15 Juni 2017 pukul 05:01 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1829 m di atas permukaan laut atau 600 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Barat.
Untuk Gunungapi status Normal:  
Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah
 
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah pada bulan Juni  2017 di seluruh wilayah Indonesia masih menujukan pola relatif sama seperti bulan Mei 2017. Walaupun curah hujan relatif menurun dibanding sebelum bulan Mei 2017, gerakan tanah diperkirakan masih akan  berpeluang  terjadi di   Pulau Sumatra, Kalimantan , Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. 
Gerakan Tanah terakhir terjadi di:
1. Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
2. Kota Ambon, Provinsi Maluku 
3. Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara
4. Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Penyebab:
Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, kemiringan lereng yang terjal, kurangnya vegetasi di atas  lereng,rumah dibangun di atas lereng,  sistem drainase yang kurang tertata baik, material pelapukan yang mudah luruh, berbatu dan jenuh air.
Dampak :
1. Dua (2) rumah kontrakan terkena material longsoran, di Bekasi 
2. Seorang anak, Nabila Beorno (10) mengalami luka-luka akibat tertimbun material longsoran tanah yang terjadi, di Kota Ambon 
3. Badan Jalan Lintas Tarutung-Sipahutar nyaris terputus akibat longsor yang terjadi sedalam 3 meter tersebut di Tapanuli Utara
4. salah satu rumah mewah milik warga (Milik Mr John Howard) dibawah lereng bukit tertimbun tanah longsor. 
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.


II. DETAIL


1. Gunung Api
 
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 1 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 (G. Sinabung*, Sumut); 
b. 17 gunung api Status Waspada/Level 2 (Marapi*, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono*, dan Banda Api); dan 
c. Sisanya 51 gunung api: Status Normal/Level 1. 

*Gunungapi Sinabung.
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin hingga pagi ini Sinabung tampak jelas hingga berkabut. Secara visual atau melalui rekaman seismograf teramati erupsi sebanyak 8 kali. Kolom abu letusan putih tebal keabuan tekanan sedang mencapai ketinggian 700-3200 m di atas puncak condong ditiup angin ke arah Timur hingga Tenggara. Erupsi disertai guguran lava meluncur sejauh 500-1000 m ke lereng Timur dan Tenggara. Erupsi tidak disertai awan panas guguran/letusan. Tidak terdengar suara gemuruh di Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak.
Hasil pengukuran 14 Juni 2017, volume kubah lava yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava ke depan adalah sekitar 1.6 juta m3.
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas pada tanggal 10 April 2017 yang lalu, meluncur sejauh 3,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau kecil yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

*Gunungapi Marapi.
Gunungapi Marapi tingginya 2891 m dari permukaan laut terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.  Marapi dikelilingi oleh Kota kabupaten terdekat seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Batusangkar, dan Padangpanjang di Provinsi Sumatera Barat.
Dari kemarin sampai pagi ini gunungapi tampak jelas hingga berkabut. Pasca erupsi letusan tanggal 4 Juni 2017 tampak letusan kecil atau hembusan berupa kepulan abu berwarna putih keabuan agak tebal dengan tekanan lemah mencapai ketinggian 50-75 m dari kawah. Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman dari Pos Marapi di Kota Bukittinggi yang berjarak 14 km di baralaut puncak. Terekam 1 kali gempa letusan dan 2 kali gempa Tektonik Jauh.
Tingkat aktivitas G. Marapi sudah lama dalam Level II (WASPADA), dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan memasuki daerah  dalam  radius 3 km dari kawah/puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Marapi terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kota Padangpanjang tentang penanggulangan bencana erupsiMarapi. Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak.

*Gunungapi Dukono.
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung api sering tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 300-600 m dari puncak, condong ke arah Timur hingga Timurlaut. Letusan terbesar terekam sebanyak 24 kali dengan amplitudo dominan tremor menerus berkisar 0.5-24 mm (dominan 3 mm).
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Tobelo tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.
Informasi mengenai abu vulkanik produk aktivitas gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (http://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:
- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,
- BMKG, 
- Air Nav, 
- Air Traffic Control, Airlines,
- VAAC Darwin, 
- VAAC Tokyo, 
- dll
*VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Sinabung, Sumatera Utara. VONA terakhir terkirim dengan Kode Warna RED, terbit Tanggal 15 Juni 2017 Pukul 13:23 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 5660 m dari permukaan laut atau 3200 m dari puncak. Kolom abu condong ditiup angin ke arah Timur hingga Tenggara.
(2) G. Marapi, Sumatera Barat. VONA terakhir terkirim dengan Kode Warna ORANGE, terbit pada 04 Juni 2017 Pukul 16:24 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 3191 m dari permukaan laut atau 300 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur.
(3) G. Dukono, Maluku Utara. VONA terakhir terkirim dengan Kode Warna ORANGE, terbit 15 Juni 2017 pukul 05:01 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1829 m di atas permukaan laut atau 600 m dari puncak, kolom abu condong ke arah ke Barat.
Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah
 
Pada bulan Juni  2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih berpeluang terjadi dari  Pulau Sumatra hingga Papua. Daerah-daerah tersebut mencakup utamanya di daerah perbukitan dan pegunungan serta wilaya jalur jalan  seperti, Aceh bagian barat dan tengah; Bengkulu bagian utara, tengah dan selatan;Jambi bagian barat daya; Sebagian Lampung baratdaya; sebagian kecil baratdaya Prov. Riau; Sumatra Barat bagian utara, tengah dan barat, Sumatra Selatan bagian barat; Sumatra Utara bagian barat dan tengah; Banten baratlaut, selatan dan tenggara; Jawa Barat bagian tengah dan selatan; Jawa Tengah bagian tengah, tenggara dan utara; Yogyakarta bagian barat, utara dan timur laut; Jawa Timur bagian selatan dan tengah; Bali bagian tengah dan utara; sebagian  wilayah Kalimantan barat dan Timur; sebagian kecil bagian tengah dari Kalimantan Selatan; bagian tenggara dari Kalimantan Utara; Sebagian utara Gorontalo; Sebagian kecil tenggara dan tengah Sulawesi barat; bagian selatan, utara dan timur Sulawesi Selatan; Sulawesi Utara bagian tengah; Nusa Tenggara Barat bagian barat, tengah dan timur; Nusa Tenggara Timur bagian utara, baratdaya dan tenggara; Maluku bagian utara; Maluku Utara bagian barat; Papua Barat bagian utara, tengah dan selatan; Papua bagian utara dan tengah.


Kejadian tanah longsor dalam 1 minggu terakhir  terjadi di :

1. Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat*,  
2. Kota Ambon,Maluku*,
3. Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara*,
4. Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat*,  
5.Kabupaten Toli -Toli, Provinsi Sulwesi Tengah ,  
6.Kabupaten Minahasa Tenggara,  
7. Provinsi Sulawesi Utara,
8. Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo,
9. Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara,  
10. Kabupaten Enrekang, Provinsi, Sulawesi  Selatan,
11. Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara,
12.Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan,
13. Kabupaten Cianjur ,  Provinsi Jawa Barat,
14. Kabupaten Cirebon , Provinsi Jawa Barat,
15. Kabupaten  Bogor, Provinsi, Jawa Barat,
16. Kabupaten Banyumas, Provinsi, Jawa Tengah.

*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru: 

1. Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
Gerakan tanah terjadi di depan PT. Taewon, Kawasan Jababeka 2, Desa Pasir Sari, Cikarang Selatan. Bencana gerakan tanah terjadi pada hari Rabu 14 Juni 2017 Pukul 23.44 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun 2 rumah kontrakan terkena material longsoran. 
Sumber :
https://www.atmago.com/id/posts/tanah-longsor-di-cikarang_post_id_f511ea5f-2e5f-4e96-9485-e36d49525493
Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan. Penyebab gerakan tanah diperkirakan akibat hujan deras yang terjadi sebelum kejadian longsor serta tingkat pelapukan yang  tinggi pada daerah kejadian.
Rekomendasi :
- Agar masyarakat yang berada di sekitar daerah bencana lebih waspada, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadi longsor susulan, terutama pada saat hujan lebat dengan durasi yang cukup lama.
- Warga yang rumahnya terancam/berada dekat dengan lokasi gerakan tanah agar mengungsi ke tempat yang aman apabila terjadi hujan yang cukup deras denga durasi yang cukup lama.
- Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
- Masyarakat agar mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

2. Kota Ambon, Provinsi Maluku
Gerakan tanah terjadi di RT/RW 002/02 Kelurahan Amantelu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Bencana gerakan tanah terjadi pada hari Selasa 13 Juni 2017 pada pukul 19.45 WIT bencana tanah longsor tersebut terjadi saat hujan lebat mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya, dampaknya Seorang anak, Nabila Beorno (10) mengalami luka-luka akibat tertimbun material longsoran tanah yang terjadi. 
Sumber :
http://www.tribun-maluku.com/2017/06/seorang-anak-luka-tertimbun-longsor.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter&m=1
Jenis gerakan tanah berupa longsoran tanah. Penyebab gerakan tanah diperkirakan akibat hujan deras yang terjadi sebelum kejadian longsor, tingkat pelapukan yang  tinggi serta kemiringan lereng yang cukup curam.
Rekomendasi :
- Agar masyarakat yang berada di sekitar daerah bencana lebih waspada, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadi longsor susulan, terutama pada saat hujan lebat dengan durasi yang cukup lama.- Menata aliran air permukaan pada lereng tersebut agak tidak masuk ke dalam lokasi longsoran.- Warga yang rumahnya terancam/berada dekat dengan lokasi gerakan tanah agar mengungsi ke tempat yang aman apabila terjadi hujan yang cukup deras denga durasi yang cukup lama.- Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.- Masyarakat agar mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

3. Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara
Gerakan tanah terjadi di Jalan Lintas Tarutung-Sipahutar di Kelurahan Partali Toruan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Bencana gerakan tanah terjadi pada hari Selasa 13 Juni 2017, dampaknya badan Jalan Lintas Tarutung-Sipahutar nyaris terputus akibat longsor yang terjadi sedalam 3 meter tersebut. 
Sumber :
http://harian.analisadaily.com/sumut/news/jalan-tarutung-sipahutar-longsor/362784/2017/06/15
Jenis gerakan tanah berupa longsoran bahan rombakan. Penyebab gerakan tanah diperkirakan akibat hujan deras yang terjadi sebelum kejadian longsor, tingkat pelapukan yang  tinggi serta kemiringan lereng yang cukup curam.
Rekomendasi :
- Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar selalu waspada karena masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.
- Segera membersihkan material longsor yang menimbun jalan agar akses warga kembali normal dengan tetap menjaga kewaspadaan terhadap gerakan tanah susulan saat melakukan pembersihan material tersebut.
- Segera memasang rambu rawan longsor di sekitar jalan yang terkena longsor.
- Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.- Masyarakat agar selalu mengikuti arahan pemerintah setempat.


4. Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Gerakan tanah terjadi di Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Bencana gerakan tanah terjadi pada hari Selasa 13 Juni 2017 pada pukul 13.30 WITA, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun salah satu rumah mewah milik warga (Milik Mr John Howard) dibawah lereng bukit tertibun tanah longsor. 
Sumber :
http://www.visit.co.id/2017/06/14/rumah-mewah-tertimbun-lonsor-imbas-dari-proyek-liar/
Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan. Penyebab gerakan tanah diperkirakan akibat kemiringan lereng yang terjal serta tingkat pelapukan yang  tinggi pada daerah kejadian.
Rekomendasi :
- Agar masyarakat yang berada di sekitar daerah bencana lebih waspada, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadi longsor susulan, terutama pada saat hujan lebat dengan durasi yang cukup lama.
- Menata aliran air permukaan pada lereng tersebut agak tidak masuk ke dalam lokasi longsoran.
- Warga yang rumahnya terancam/berada dekat dengan lokasi gerakan tanah agar mengungsi ke tempat yang aman apabila terjadi hujan yang cukup deras denga durasi yang cukup lama.
- Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
- Masyarakat agar mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.


Salam hormat
Ego Syahrial
Ka Badan Geologi

<Berita Terkini>