Menyusuri Jejak Landaan Tsunami Di Pantai Selatan Lombok: Sebuah Upaya Mitigasi Bencana Tsunami Ke Depan

Menyusuri Jejak Landaan Tsunami di Pantai Selatan Lombok:
Sebuah Upaya Mitigasi Bencana Tsunami ke Depan
 
Pulau Lombok adalah satu dari sekian banyak daerah di Indonesia yang rawan terhadap tsunami.
Pulau ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, yang merupakan salah satu sumber gempa bumi yang dapat membangkitkan gelombang tsunami. Pada 19 Agustus 1977 gelombang tsunami akibat gempabumi dengan magnituda 8.2 SR yang berpusat di selatan P. Sumba melanda pantai selatan Bali, Sumbawa dan Lombok. Menurut catatan di P. Lombok, korban jiwa sekitar 23 orang, 115 rumah hancur, dan 132 perahu hilang dan rusak. Pantai Awang yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah ini merupakan area yang terdampak paling parah di Pulau Lombok, dengan jarak yang cukup jauh sekitar 376 km dari pusat gempabumi.
Upaya mitigasi bencana tsunami di Indonesia telah dilakukan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan membuat Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Tsunami. Peta KRB Tsunami ini dibuat dengan memodelkan landaan tsunami menggunakan perangkat lunak terkini. Sebagai parameter masukan untuk modeling ini adalah topografi pantai skala detil, batimetri, dimensi sumber gempa bumi, dan maksimum magnituda, yang dikalkulasikan untuk menghasilkan model landaan tsunami.
menyusurijejaklandaantsunamidipantaiselatanlomboksebuahupayamitigasibencanatsunamikedepan
Tim PVMBG berkoordinasi dengan BPBD NTB

Hal yang tidak kalah penting dalam pemutakhiran peta KRB Tsunami adalah groundchecking ke lapangan, untuk melakukan verifikasi hasil modeling peta landaan tsunami dengan historical landaan tsunami yang pernah terjadi. Apabila jarak landaan hasil modeling tidak sesuai dengan informasi lapangan (hasil wawancara dengan penduduk/saksi hidup), dapat dijadikan sebagai bahan masukan apakah input dimensi sumber gempa bumi yang dipakai dalam modeling yang kurang akurat atau ada kondisi morfologi setempat yang memperbesar jarak landaan.
Pada kasus Peta KRB Tsunami Lombok, landaan tsunami hasil modeling di Teluk Awang, termasuk dalam zona kerawanan menengah (peta:warna kuning) dengan run up di pantai berkisar 1-3 m. Parameter sumber gempa bumi diasumsikan M 8.2 dengan kedalaman 23.3 km, pada posisi 11.095 LS dan 118.46 BT. Namun kenyataannya, hasil berbincang dengan Kepala Dusun Awang Balak, Bapak Napise, saksi hidup, tinggi gelombang tsunami mencapai 5-6 m dengan jarak landaan sejauh 200 m ke daratan membuat semua rumah di dusun tersebut rata dengan tanah dan merenggut 23 jiwa di dusun tersebut.
menyusurijejaklandaantsunamidipantaiselatanlomboksebuahupayamitigasibencanatsunamikedepan1
Tim PVMBG mewawancarai Pak Napise, Kepala Dusun Awang Balak yang merupakan saksi hidup Tsunami Lombok 1977
 
Uniknya gelombang yang datang di Dusun Awang lebih besar daripada gelombang yang datang di dusun-dusun sekitarnya sehingga dampak kerusakan parah hanya dialami oleh Dusun Awang.
Hal ini mungkin disebabkan oleh bentuk morfologi Pantai yang berupa teluk, yang dapat memperkuat tinggi run-up gelombang tsunami dan mempercepat gelombang tsunami mencapai daratan. Teluk Awang berada diantara bukit dengan morfologi curam yang dapat berfungsi sebagai “pocket beach” dimana gelombang tsunami akan terkonsentrasi di teluk tersebut. Maka untuk mendapatkan hasil modeling yang mendekati kenyataan historical landaan tsunami diperlukan data topografi pantai Desa Awang yang lebih detil. Pengamatan topografi detil dapat dilakukan dengan crosscheck di lapangan berupa pengamatan langsung bentuk morfologi pantai dan pemetaan dengan menggunakan drone pada daerah yang tidak terlalu luas.
menyusurijejaklandaantsunamidipantaiselatanlomboksebuahupayamitigasibencanatsunamikedepan2
Tim PVMBG melakukan pemetaan area pesisir Teluk Awang menggunakan drone
 
Pantai Lombok yang berada tegak lurus dengan garis patahan yang ditimbulkan oleh subduksi di bagian selatan merupakan daerah yang rawan terhadap bahaya tsunami. Disisi lain sebagian besar kegiatan pariwisata di P. Lombok terkonsentrasi di sepanjang pantai. Kegiatan pariwisata tersebut mengundang konsentrasi massa yang banyak. Oleh karena itu kehadiran peta KRB Tsunami sangat penting untuk mengurangi risiko bahaya tsunami dan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun tata ruang. Berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, PVMBG melakukan sosialisasi bahaya tsunami untuk meningkatkan kesadaran masyakarat akan bahaya tsunami.
menyusurijejaklandaantsunamidipantaiselatanlomboksebuahupayamitigasibencanatsunamikedepan3
Peta KRB Tsunami (draft)
menyusurijejaklandaantsunamidipantaiselatanlomboksebuahupayamitigasibencanatsunamikedepan4
Pantai Teluk Awang
Sumber : Ichi PVMBG

 

<Berita Terkini>