Jonan Minta Pengamat Gunung Api Lebih Dekat Dengan Masyarakat

TEMU WICARA MENTERI ESDM DENGAN PENGAMAT GUNUNG API

 

Jonan minta Pengamat Gunung Api

lebih dekat dengan Masyarakat

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan minta kepada Para Pengamat Gunung Api agar lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini akan lebih efektif dalam mengkomunikasikan kegiatan pematauan dan pemaham aktivitas gunung api.  Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Menteri ESDM minggu (11/06/17) di Pos Pengamatan Kaliurang Yogyakarta saat temu wicara dan buka bersama dengan 40 pengamat Gunung api dari beberapa daerah di Indonesia. Jonan menambahkan, “Setinggi apapun teknologi dibuat jika masyarakatnya tidak siap maka mitigasi itu tak akan berarti apa-apa” Jonan mencontohkan Jepang yang sangat bagus dalam penanganan bencana selain masyarakatnya peduli, info-info kebencanaan tersampaikan dengan baik.

jonanmintapengamatgunungapi
Jonan beri arahan kepada Para Pengamat Gunung api. Foto : FS
 
Suasana temu wicara itu sangat hidup beberapa pengamat langsung merespons atas arahan Menteri ESDM itu. Ucapan terima kasih juga mengalir dari beberapa pengamat atas upaya Jonan menaikkan grade tunjangan bagi para pengamat gunung api seperti disampaikan oleh Darno Lamane utusan dari Pos Gunung Gamalama Ternate, Surip dari Dieng Jateng, Seprius dari Gunung Talang Sumbar, dan Sunarto dari Pos PGA Merapi Yogyakarta.
 
Dalam kesempatan temu wicara itu juga Jonan menanggapi pentingnya updating peralatan dan termasuk penambahan biaya pemeliharaan Pos pengamat. Untuk meningkatkan keahian dan gairah bekerja para pengamat, Jonan berencana melakukan rotasi pegawai. Bagi mereka yang berprestasi bisa saja mendapat promosi dengan bidang pekerjaan yang berbeda, “kesempatan itu sangat terbuka lebar,’ Pungkasnya.
 
Mengawali acara temu wicara, Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial dalam sambutannya terus mengajak Para Pengamat sebagai Garda Terdepan mitigasi gunung api untuk meningkatkan kesigapan. Ego Syahrial dalam sambutannya melaporkan bahwa Aplikasi MAGMA yang masuk Top 99 Inovasi terbaik Nasional yang  dibangun oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) diakui sebagai aplikasi yang berguna dan banyak stake holder yang tertarik untuk bekerja sama dalam pemanfaatannya.  Hal ini direspons oleh Agus Sulistiyono Anggota DPR Komisi-7 yang juga sebagai ketua RAPI menawarkan kerja sama dalam menginformasikan kebencanaan gunung api kepada masyarakat. Suasana semakin semarak ketika Jonan menawarkan foto bersama dan membagikan kenang-kenangan kepada seluruh pengamat. Menjelang buka puasa para undangan diajak menyaksikan film tentang manfaat aplikasi MAGMA.

jonanmintapengamatgunungapi1
Kedatangan Menteri ESDM ke Yogyakarta itu sekaligus ingin melihat suasana dan kondisi Pos Pengamatan Gunung Api. Sebelum temu wicara dimulai, Jonan langsung keliling ruang kerja Pos ditemani Ego Syahrial dan Kasbani diskusi tentang aktivitas Gunung Merapi. Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja sepanjang hari ini, Minggu (11/06/17) pada malam hari Jonan bersilaturahmi ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogya. Diterima Ketua Umum Haedar Nashir. Dalam pertemuan sejumlah topik penting dibahas diantaranya tentang pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral yang berkeadilan dan mengedepankan efisiensi.

jonanmintapengamatgunungapi2
Kegiatan pagi hari sebelum acara temu wicara dengan Menteri ESDM, Para Pengamat mendapat pengarahan dari Kasbani selaku Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. “Anda-Anda semua adalah ujung tombak mitigasi bencana gunung api” Kasbani menegaskan bahwa, memberi pelayanan dan manfaat kepada masyarakat adalah hal yang paling utama. Kinerja terbaik institusi kita dinilai langsung kemanfaatannya oleh masyarakat. Kasbani juga mengharapkan para pengamat untuk tetap semangat dalam bekerja, “pimpinan akan tetap mengusahakan adanya peningkatan kesejahteraan para pengamat Gunung api’, demikian ditegaskan Kasbani mengakhiri sambutan pagi itu.
 
Pengamat Gunung api sebagai ujung tombak paling depan dari seluruh proses di atas bertanggung jawab pada keberlangsungan sistem pengamatan Gunung api di Pos pengamatan gunung api masing-masing. Hal yang penting juga dalam pekerjaannya para pengamat adalah melakukan koordinasi dengan satuan pelaksanaan penanggulangan bencana Desa dan Kecamatan serta BPBD Kabupaten Kota.
 
Temu wicara Gunung api dilakukan rutin tiap tahun bertujuan untuk meningkatkan etos kerja PGA dalam memantau gunung api dan menyiapkan data aktivitas Gunung api untuk dikirim ke kantor PVMBG yang selanjutnya oleh ahli gunung api diproses dan dianalisa untuk dijadikan bahan penetapan tingkat aktivitas gunung api beserta rekomendasi penanganan bencana oleh Kepala Badan Geologi.

jonanmintapengamatgunungapi3
Para Pengamat bertoto bersama setelah selesai mendapat pembekalan. Foto: FS
     
Pagi hari itu Para pengamat dibekali pengetahuan tata cara penggunaan dan pemanfaatan MAGMA yang disampaikan oleh Devy Kamil Syahbana, Syarif Abdul Manaf, Ferry Rusmawan, dan Martanto. Sementara itu mengingat pentingnya dalam mengkomunikasin informasi kebencanaan kepada masyarakat, Priatna selaku Kasubbagian Humas dan Kerja Sama Sekretariat Badan Geologi mengakhiri sesi pagi dengan diskusi tentang kiat-kiat menulis artikel. 
 

Temu wicara pengamat gunung api yang merupakan pertemuan tahunan ini sudah dilakukan selama kurang lebih 11 tahun. Dimanfaatkan sebagai sarana untuk berkumpul, saling berkomunikasi, dan bertukar pengalaman antar pengamat gunung api di seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung dua hari itu diakhiri dengan pembekalan dari Biro SDM KESDM (12/06/17) tentang Penerapan dan pelatihan penggunaan sistem Aplikasi Rekam Kerja Harian (RKH) untuk Pengamat Gunung api.

   

Sumber : Priatna Humas SBG


<Berita Terkini>