Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Baratdaya Kota Sukabumi 12 Juni 2017

Tanggapan Kejadian Gempa Bumi di baratdaya
kota Sukabumi 12 Juni 2017

sukabumi

I. Informasi Gempa Bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Senin,  12 Juni 2017, pukul 06:15:07 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi berada pada koordinat 8.36°LS dan 106.18° BT dengan magnitudo 6.3 SR pada kedalaman 10 km berjarak 179 km baratdaya Kota Sukabumi. Berdasarkan GFZ, pusat gempa bumi berada pada koordinat 8.25°LS dan 106.17 ° BT dengan magnitudo 5.7 Mw dan kedalaman 66km.

II. Kondisi Geologi Daerah Terdekat
Gempabumi berada di laut (baratdaya kota Sukabumi). Daerah yang terlanda gempabumi disusun oleh endapan aluvial pantai, endapan aluvial sungai, endapan rombakan gunungapi dan batuan sedimen tersier yang sebagian telah mengalami pelapukan. Batuan sedimen berumur tersier yang mengalami pelapukan dan endapan Kuarter pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated), dan memperkuat efek goncangan gempabumi, sehingga rawan terhadap gempabumi.

III. Penyebab Gempa Bumi
Berdasarkan posisi sumber gempabumi dan kedalamannya, gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

IV. Dampak Gempa Bumi
Berdasarkan laporan masyarakat, guncanan gempa bumi dirasakan di Kota Bandung, Pelabuhan Ratu dan Pangalengan dengan Intensitas II - III MMI (Modified Mercalli Intensity), di Kota Bogor II MMI dan di Kota Jakarta I-II MMI. Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa yang disebabkan gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan dislokasi bawah laut yang dapat memicu tsunami

V. Rekomendasi
• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.


Salam hormat
Ego Syahrial
Ka Badan Geologi

<Berita Terkini>