Laporan Kebencanaan Geologi 16 Mei 2017 (06:00 Wib)

LAPORAN KEBENCANAAN GEOLOGI 16 MEI 2017 (06:00 WIB)


I. SUMMARY:
Hari ini, Selasa, 16 Mei 2017, Bencana Geologi yg terjadi sbb:


1. Gunung Api

 
G. Sinabung: 
Status  Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tampak berkabut. Secara visual dan melalui rekaman seismograf terjadi  erupsi letusan sebanyak 5 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1800 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah timur dan utara. Tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi tidak diikuti oleh guguran lava dan awan panas guguran/letusan.Bendungan Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas di Sungai Laborus masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

Rekomendasi: 

-Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

-Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA:

Kode ORANGE, terbit Tanggal 15 Mei 2017 Pukul 20:56 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4260 m dari permukaan laut atau 1800 m dari puncak. Condong ditiup angin ke arah timur.

G. Dukono:
Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus putih keabuan tekanan sedang mencapai ketinggian 300-600 m dari puncak, condong ke arah utara dan timur. Letusan terbesar terjadi sebanyak 43 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km utara dari puncak.

Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:

Kode ORANGE, terbit 14 Mei 2017 pukul 07:23 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke timur.

G. Lokon:
Tingkat aktivitas Gunungapi Lokon sekarang adalah Level II (Waspada). Secara visual gunung sering tampak jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 25-150 m di atas kawah puncak. Sejak 14 Mei 2017 terjadi peningkatan kegempaan vulkanik. Dari kemarin terekam gempa:-Vulkanik Dalam (17 kali)-Vulkanik Dangkal (13 kali)-Hembusan (30 kali). Biasanya peningkatan gempa vulkanik akan segera diikuti letusan abu.

Rekomendasi:

Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari Kawah Tompaluan (Pusat aktivitas vulkanik)

VONA:

Kode YELLOW, terbit 14 Mei 2017 pukul 15:34 WITA terkait dengan peningkatan aktivitas kegempaan G. Lokon dimana secara visual belum menunjukkan terjadinya erupsi.
Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi. 
Untuk Gunungapi status Normal:  Agar  masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah

 
Pada bulan Mei 2017, Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah pada bulan mei 2017 di seluruh wilayah Indonesia menujukan pola distribusi curah hujan masih tetap tinggi seperti bulan April 2017. Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari  Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan tanah diperkirakan akan masih terus mengancam terutama di wilayah Jawa, mengingat masih tingginya curah hujan, pertumbuhan dan alih fungsi lahan cukup masif diwilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.


Gerakan Tanah terakhir terjadi di:

1. Kabupaten Merangin, Jambi

2. Kabupaten Lampung Barat, Lampung

Penyebab:
Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, tebing jalan yang dipotong  tidak sesuai kaidah pemotongan yang baik, kurang vegetasi di bagian hulu, , sifat tanah yang gembur, berbatu dan lepas  

Dampak:1. Jalan Tertutup longsor dan tidak dapat dilalui kendaraan

Pengiriman Tim Tanggap Darurat :

1. Kabupaten Luwuh Timur, Sulawesi Selatan:
a. Menindaklanjuti , Kejadian Gerakan Tanah / Tanah Longsor pada tanggal 12 Mei 2017 di Kabupaten Luwuh Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Geologi mengirimkan Tim Tanggap Darurat  pada tanggal 13 Mei 2017.
b. Perkembangan kerja sampai dengan 15 Mei 2017, Tim Tanggap Darurat telah melakukan koordinasi dengan BPBD  Kabupaten Luwu dan Tim masih melakukan kegiatan pemeriksaan di lokasi bencana.

2. Kabupaten Bandung Barat , Jawa Barat:
a. Terjadi retakan tanah  yang berpotensi berkembang menjadi  gerakan tanah di Kampungpondok datar, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali. Mengingat keretakan terus terjadi sejak tanggal 5 Mei 2017 berpotensi mengancam 36 rumah dengan 45 Kepala Keluarga dan 139 jiwa, BPBD Kabupaten Bandung Barat meminta kajian segera kondisi tersebut kepada Badan Geologi.
b. Tim Tanggap Darurat , Badan Geologi segera diberangkatkan hari ini  Tanggal 16 Mei 2017 melakukan kajian dan memberikan rekomendasi teknis mitigasi bencan gerkan tanah.

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

3. Gempa Bumi


Rangkaian kejadian gempa bumi di baratlaut Karangasem, Provinsi Bali, 15 Mei 2017
Informasi gempa bumi:
1. Tanggal 14/05/2017 pukul 23:48:22 WIB, pusat gempa bumi pada 8.16 LS 115.34 , kedalaman 10 km, magnitudo 3,4 SR.  Pusat gempa berada didarat 28 km Baratlaut KARANGASEM.  2. Tanggal 15/05/2017 pukul 01:29:11 WIB, pusat gempa bumi pada 8.12 LS 115.32 BT, kedalaman 10 km, magnitudo 3,7 SR  Pusat gempa berada didarat 33 km Baratlaut KARANGASEM. 3. Tanggal 15/05/2017 pukul 02:00:25 WIB, pusat gempa bumi pada 8.13 LS 115.33 BT, kedalaman 10 km, magnitudo 3,3 SR . Pusat gempa berada di darat 32 km Barat Laut Karangasem4. Tanggal 15/05/2017 pukul 06:53:00 WIB, pusat gempa bumi pada 8.12 LS 115.32 BT, kedalaman 10 km, magnitudo 2,6 , Pusat gempa berada di darat 33 Km Barat Laut Karangasem. 5. Tanggal 15/05/2017 pukul 11:54:44 WIB, pusat gempa bumi pada 8.09 LS 115.3 BT, kedalaman 12 km, magnitudo 2,4 , Pusat gempa berada di Laut 37 km BaratLaut Karang Asem.
Dampak Gempabumi:gempa bumi ini mengakibatkan badan jalan di desa Tejakula putus dan sebuah pelinggih Padmasana di kantor perbekel desa Tejakula juga rusak. Goncangan gempa dirasakan di Tejakula, Buleleng dengan intensitas II - III MMI.
Penyebab Gempabumi:diperkirakan  gempa bumi beraosisasi dengan aktivitas sesar naik di utara Pulau Bali yang merupakan kelanjutan sesar busur belakang Flores.
Rekomendasi:Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada dengan Gempa bumi susulan. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.

II. DETAIL


1. Gunung Api


Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 1 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 (G. Sinabung*, Sumut); 
b. 17 gunung api Status Waspada/Level 2 (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon*, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono*, dan Banda Api); dan 
c. Sisanya 51 gunung api: Status Normal/Level 1. 

*Gunungapi Sinabung.
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin hingga pagi ini Sinabung lebih sering tampak berkabut. Secara visual atau melalui rekaman seismograf teramati erupsi letusan sebanyak 5 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1800 m, condong ditiup angin ke arah timur dam timurlaut. Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman di Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi tidak diikuti guguran lava dan awan panas letusan/guguran.
Volume kubah lava yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava ke depan  adalah sekitar 0,5 juta m3 atau 521.536 m3. (Ukuran Panjang = 106 m, Lebar = 152.8 m, Tebal = 32,2 m, pengukuran 21 April 2017)
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas pada tanggal 10 April 2017 yang lalu, meluncur sejauh 3,5 km ke lereng tenggara dan timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau kecil yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

*Gunungapi Dukono.
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung api tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 300-600 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah timurlaut. Letusan terbesar terjadi sebanyak 43 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km  di lereng utara dari puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Tobelo tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

*G. Lokon.
Gunungapi Lokon terletak sebelah barat Kota Tomohon Sulawesi Utara. Gunungapi ini cukup aktif dan sering erupsi bertipe letusan yang kadang-kadang diikuti luncuran awan panas. Tingkat aktivitas sekarang adalah Level II (Waspada). Secara visual sampai pagi ini gunung sering tampak jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 25-150 m di atas kawah puncak. Sejak 14 Mei 2017 terjadi peningkatan kegempaan vuljanik Lokon. Dari kemari hingga pagi ini pukul 06:00 WITA terekam dan teramati kegempaan:-Vulkanik Dalam (17 kali) -Vulkanik Dangkal (13 kali)-Hembusan (30 kali). Meskipun letusan belum terjadi dan tidak dapat dipastikan, tetapi probabilitas untuk terjadi letusan masih tinggi.
Koordinasi dengan Pemda dan BPBD Tomohon maupun pihak terkait lainnya termasuk stakeholders penerbangan telah dan terus dilakukan untuk meminimalisir risiko bencana.
Rekomendasi:Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari Kawah Tompaluan (pusat aktivitas vulkanik)

Informasi mengenai abu vulkanik produk aktivitas gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (http://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,- BMKG, - Air Nav, - Air Traffic Control, Airlines,- VAAC Darwin, - VAAC Tokyo, - dll
*VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Sinabung, Sumatera Utara. VONA terakhir terkirim pada 15 Mei 2017 pukul 20:56 WIB dengan kode warna ORANGE terkait letusan abu vulkanik mencapai ketinggian 4260 m di atas permukaan laut atau 1800 m dari puncak dan condong ditiup angin ke arah timur.
(2) G. Dukono, Maluku Utara. VONA terakhir terkirim pada pada 14 Mei 2017 pukul 07:23 WIT dengan kode warna ORANGE terkait letusan disertai abu vulkanik setinggi 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak dan condong ditiup angin ke arah timur.
(3) G. Lokon, Maluku Utara. VONA terakhir terkirim pada pada 14 Mei 2017 pukul 15:34 WITA dengan kode warna YELLOW terkait peningkatan gempa vulkanik dan setiap saat dapat diikuti letusan abu. Sampai pagi ini belum diikuti letusan. Angin bertiup ke arah utara.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah
Pada bulan Mei 2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih berpeluang terjadi dari  Pulau Sumatra hingga Papua. Daerah-daerah tersebut mencakup utamanya di daerah perbukitan dan pegunungan serta wilaya jalur jalan  seperti, Aceh bagian barat dan tengah; Bengkulu bagian utara, tengah dan selatan;Jambi bagian barat daya; Sebagian Lampung baratdaya; sebagian kecil baratdaya Prov. Riau; Sumatra Barat bagian utara, tengah dan barat, Sumatra Selatan bagian barat; Sumatra Utara bagian barat dan tengah; Banten baratlaut, selatan dan tenggara; Jawa Barat bagian tengah dan selatan; Jawa Tengah bagian tengah, tenggara dan utara; Yogyakarta bagian barat, utara dan timur laut; Jawa Timur bagian selatan dan tengah; Bali bagian tengah dan utara; sebagian  wilayah Kalimantan barat dan Timur; sebagian kecil bagian tengah dari Kalimantan Selatan; bagian tenggara dari Kalimantan Utara; Sebagian utara Gorontalo; Sebagian kecil tenggara dan tengah Sulawesi barat; bagian selatan, utara dan timur Sulawesi Selatan; Sulawesi Utara bagian tengah; Nusa Tenggara Barat bagian barat, tengah dan timur; Nusa Tenggara Timur bagian utara, baratdaya dan tenggara; Maluku bagian utara; Maluku Utara bagian barat; Papua Barat bagian utara, tengah dan selatan; Papua bagian utara dan tengah.
Kejadian tanah longsor dalam 1 minggu terakhir  terjadi di 1. Kabupaten merangin , Jambi*, 2, Kabupaten Lampung Barat, Lampung* 3. Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, 4. Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, 5. Kabupaten Kampar, Riau, 6.Kabupaten Nagan Raya, Aceh , 7. Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 8.Kabupaten  Luwu timur, Sulawesi Selatan, 9. Kabupaten Tuban Jawa Timur, 10. Kabupaten  Aceh Barat, Aceh, 11. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, 12. Tangerang Selatan, Banten , 13. Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, 14. Kabupaten Lebong, Bengkulu, 15. Kabupaten Way Kanan, Lampung ,16.Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 


*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru: 
1. Kabupaten. Merangin, Jambi:
Akibat tingginya curah hujan yang berlangsung sejak hari minggu tgl 14 mei 2017, Jalan Bangko-Jangkat terjadi gerakan tanah, Senin (15/5). Akibatnya kendaraan tak bisa minta karena badan jalan tertutup material.Informasi yang didapatkan longsor terjadi sekitar pukul 8.00 Wib. Anda tiga titik longsor di Km 45, 46 dan 47 desa Muara Siau. Tidak ada korban jiwa ataupun korban material atas peristiwa gerakan tanah tersebut. 

Sumber:http://jambi.tribunnews.com/2017/05/15/jalan-bangko-jangkat-longsor

Penyebab gerakan tanah diperkirakan tingkat pelapukan yang tinggi dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Sedangkan Tipe gerakan tanah adalah Longsoran.

Rekomendasi :

• Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan gerakan tanah

• Pemasangan rambu rawan bencana gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan

• Segera membersihkan material gerakan tanah dan senantiasa hati-hati terhadap potensi Gerakan tanahan susulan

• Menata aliran air permukaan pada lereng tersebut.

• Memelihara vegetasi berakar dalam di daerah lereng atau membuat dinding penahan pada lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.

• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

• Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2. Lampung Barat , Lampung;
Curah hujan tinggi menyebabkan terjadi gerakan tanah di sepanjang jalan menuju kec. Suoh, tepatnya di Pekon Balak Suoh, Dusun Hamladangan, Pekon Suka Bumi, Kec Batu Brak, minggu (15/5/2017). Tidak ada korban jiwa dalam bencana gerakan tanah ini.

Sumber:http://babe.news/id-id/read/12183381

Penyebab gerakan tanah adalah tingkat pelapukan yang tinggi dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi selama tiga hari. Sedangkan Tipe gerakan tanah adalah Longsoran

Rekomendasi :

• Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan gerakan tanah

• Segera membersihkan material gerakan tanah dan melakukan pemasangan rambu rawan bencana gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan

• Menata aliran air permukaan pada lereng tersebut dan memelihara vegetasi berakar dalam atai membuat diding penaha di daerah lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.

• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

• Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.


Salam hormat

Ego Syahrial

 

<kembali>