Laporan Kebencanaan Geologi 13 Mei 2017 (06:00 Wib)

LAPORAN KEBENCANAAN GEOLOGI 13 MEI 2017 (06:00 WIB)


I. SUMMARY:
Hari ini, Sabtu, 13 Mei 2017, Bencana Geologi yg terjadi sbb:

1. Gunung Api.

 
G. Sinabung: 
Status  Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tampak berkabut. Secara visual dan melalui rekaman seismograf terjadi  erupsi letusan sebanyak 5 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1000-2000 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah timur. Tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi tidak diikuti oleh guguran lava dan awan panas guguran/letusan. Bendungan Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas di Sungai Laborus masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

 Rekomendasi: 

-Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

-Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA:

Kode ORANGE, terbit Tanggal 13 Mei 2017 Pukul 01:28 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4460 m dari permukaan laut atau 2000 m dari puncak. Condong ditiup angin ke arah timur.


G. Dukono:
Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus putih keabuan tekanan sedang mencapai ketinggian 300-700 m dari puncak, condong ke arah timur. Letusan terbesar terjadi sebanyak 29 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km utara dari puncak.

Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:

Kode ORANGE, terbit 12 Mei 2017 pukul 07:11 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1529 m di atas permukaan laut atau 300 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke barat=baratlaut.
Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi. 
Untuk Gunungapi status Normal:  Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah


Pada bulan Mei 2017, Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah pada bulan mei 2017 di seluruh wilayah Indonesia menujukan pola distribusi curah hujan masih tetap tinggi seperti bulan April 2017. Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari  Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan tanah diperkirakan akan masih terus mengancam terutama di wilayah Jawa, mengingat masih tingginya curah hujan, pertumbuhan dan alih fungsi lahan cukup masif diwilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.


Gerakan Tanah terakhir terjadi di:
1. Kabupaten Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan 2. Kabupaten Tuban, Prov Jawa Timur

Penyebab:
Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, tebing jalan yang dipotong  tidak sesuai kaidah pemotongan yang baik, kurang begetasi di bagian hulu, rumah dibangun di bawah tebing, sifat tanah yang gembur, berbatu dan lepas  

 Dampak:

1. Tujuh (7) orang meninggal dunia, 7 orang  luka luka, 10  rumah tertimbun longsor dan Jalan Trans Sulawesi putus tertutup material longsoran sepanjang 100 meter  di Kabupaten Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan

2. jalan terputus yang menghubungkan antara Meulaboh (Kab.Aceh Barat) - Geumpang (Kab. Pidie).

3. Tiga (3) rumah rusak hampir hanyut dan belasan rumah lainnya terancam di Kabupaten Tuban

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.


II. DETAIL


1. Gunung Api

Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 1 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 (G. Sinabung*, Sumut); 
b. 17 gunung api Status Waspada/Level 2 (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono*, dan Banda Api); dan 
c. Sisanya 51 gunung api: Status Normal/Level 1. 


*Gunungapi Sinabung.
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin hingga pagi ini Sinabung lebih sering tampak cerah. Secara visual atau melalui rekaman seismograf teramati erupsi letusan sebanyak 5 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1000-2000 m, condong ditiup angin ke arah timur. Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman di Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi tidak diikuti guguran lava ydan oleh awan panas letusan/guguran.
Volume kubah lava yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava ke depan adalah sekitar 0,5 juta m3 atau 521.536 m3. (Ukuran Panjang = 106 m, Lebar = 152.8 m, Tebal = 32,2 m, pengukuran 21 April 2017)

 Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas pada tanggal 10 April 2017 yang lalu, meluncur sejauh 3,5 km ke lereng tenggara dan timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau kecil yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

*Gunungapi Dukono.
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung api tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 300- 700 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah timur. Letusan terbesar terjadi sebanyak 29 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km  di lereng utara dari puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Tobelo tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Informasi mengenai abu vulkanik produk aktivitas gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (http://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:

- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,

- BMKG, 

- Air Nav, 

- Air Traffic Control, Airlines,

- VAAC Darwin, 

- VAAC Tokyo, 

- dll

*VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Sinabung, Sumatera Utara. VONA terakhir terkirim pada 13 Mei 2017 pukul 01:28 WIB dengan kode warna ORANGE terkait letusan abu vulkanik mencapai ketinggian 4460 m di atas permukaan laut atau 2000 m dari puncak dan condong ditiup angin ke arah timur.
(2) G. Dukono, Maluku Utara. VONA terakhir terkirim pada pada 12 Mei 2017 pukul 07:11 WIT dengan kode warna ORANGE terkait letusan disertai abu vulkanik setinggi 1529 m di atas permukaan laut atau 300 m dari puncak dan condong ditiup angin ke arah barat-baratlaut.
Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah

Pada bulan Mei 2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih berpeluang terjadi dari  Pulau Sumatra hingga Papua. Daerah-daerah tersebut mencakup utamanya di daerah perbukitan dan pegunungan serta wilaya jalur jalan  seperti, Aceh bagian barat dan tengah; Bengkulu bagian utara, tengah dan selatan;Jambi bagian barat daya; Sebagian Lampung baratdaya; sebagian kecil baratdaya Prov. Riau; Sumatra Barat bagian utara, tengah dan barat, Sumatra Selatan bagian barat; Sumatra Utara bagian barat dan tengah; Banten baratlaut, selatan dan tenggara; Jawa Barat bagian tengah dan selatan; Jawa Tengah bagian tengah, tenggara dan utara; Yogyakarta bagian barat, utara dan timur laut; Jawa Timur bagian selatan dan tengah; Bali bagian tengah dan utara; sebagian  wilayah Kalimantan barat dan Timur; sebagian kecil bagian tengah dari Kalimantan Selatan; bagian tenggara dari Kalimantan Utara; Sebagian utara Gorontalo; Sebagian kecil tenggara dan tengah Sulawesi barat; bagian selatan, utara dan timur Sulawesi Selatan; Sulawesi Utara bagian tengah; Nusa Tenggara Barat bagian barat, tengah dan timur; Nusa Tenggara Timur bagian utara, baratdaya dan tenggara; Maluku bagian utara; Maluku Utara bagian barat; Papua Barat bagian utara, tengah dan selatan; Papua bagian utara dan tengah.

Kejadian tanah longsor dan banjir Bandang dalam 1 minggu terakhir  terjadi di 1. Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan*, 2. Kabupaten Tuban Jawa Timur*, 3. Kabupaten  Aceh Barat, Aceh, 3. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur4, 3. Tangerang Selatan, Banten , 5. Kota Balikpapan, Kalimantan Timur,6. Kabupaten Lebong, Bengkulu, 7. Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung ,8.Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ,9. Kota Depok, Jawa Barat , 10.Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah , 11. Kabupaten  Sleman, DIY ,12. Kabupaten Lebong, Bengkulu, 13. Kota Padang, Sumatera Barat, 14. Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,15. Kabupaten Temanggung , Jawa Timur.


*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru: 
1. Kabupaten Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan

Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Harapan Makmur, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan. Longsor terjadi pada hari Jumat 12 Mei 2017 sekitar pukul 05.30 WITA. Longsor yang diperkirakan jenis Longsoran bahan rombakan ini mengakibatkan 7 (tujuh) orang meninggal dunia, 7 (tujuh) luka luka, 10 (sepuluh) rumah tertimbun longsor dan Jalan Trans Sulawesi putus tertutup material longsoran sepanjang 100 meter. Sementara proses evakuasi terus dilakukan BPBD, Polres dan instansi terkait.

Sumber: https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/12/058874633/7-orang-tewas-tertimbun-tanah-longsor-di-luwu-timur

Penyebab diperkirakan,  curah hujan yang tinggi, lereng terjal, kurangnya vegetasi dan tanah lapukan gembur, sarang, tebal mudah menyerap air 

Rekomendasi

• Proses Evakuasi dan pencarian korban agar berhati-hati dan waspada potensi longsoran susulan

• Material longsoran segera dibersihkan

• Dibuat saluran drainase yang permanen

• Perlu penataan drainase dan air permukaan di lokasi dan sekitarnya

• Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan

• Untuk sementara penghuni mengungsi ke tempat yang aman

• Perlu ditanam pohon yang kuat untuk menahan lereng

• Perlu dipasang rambu-rambu longsor.

Salam hormat

Ego Syahrial

 

<kembali>