Laporan Kebencanaan Geologi 12 Mei 2017 (06:00 Wib)

LAPORAN KEBENCANAAN GEOLOGI 12 MEI 2017 (06:00 WIB)


I. SUMMARY:
Hari ini, Jumat, 12 Mei 2017, Bencana Geologi yg terjadi sbb:


1. Gunung Api

 
G. Sinabung: 
Status  Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tampak cerah. Secara visual dan melalui rekaman seismograf terjadi  erupsi letusan sebanyak 2 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1800-2300 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah tenggara dan timur. Tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi diikuti oleh guguran lava yang meluncur sejauh 500 m ke tenggara dan timur dan tanpa diikuti oleh awan panas guguran/letusan. Bendungan Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas di Sungai Laborus masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

 Rekomendasi: 

-Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

-Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA:

Kode ORANGE, terbit Tanggal 11 Mei 2017 Pukul 16:05 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4260 m dari permukaan laut atau 1800 m dari puncak. Condong ditiup angin ke arah timur.


G. Dukono:
Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus putih keabuan tekanan sedang mencapai ketinggian 300-500 m dari puncak, condong ke arah barat. Letusan terbesar terjadi sebanyak 57 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km utara dari puncak.

Rekomendasi:

Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:

Kode ORANGE, terbit 10 Mei 2017 pukul 12:42 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1929 m di atas permukaan laut atau 700 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke barat.

Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi. 
Untuk Gunungapi status Normal:  Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah


Pada bulan Mei 2017, Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah pada bulan mei 2017 di seluruh wilayah Indonesia menujukan pola distribusi curah hujan masih tetap tinggi seperti bulan April 2017. Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari  Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan tanah diperkirakan akan masih terus mengancam terutama di wilayah Jawa, mengingat masih tingginya curah hujan, pertumbuhan dan alih fungsi lahan cukup masif diwilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.


Gerakan Tanah terakhir terjadi di:
1. Kabupaten Aceh Barat, Aceh 2. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

Penyebab:
Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, tebing jalan yang dipotong  tidak sesuai kaidah pemotongan yang baik, sifat tanah yang gembur, berbatu dan lepas  serta korban berteduh dari hujan di tebing curam 

Dampak:
1. Longsor memutus  jalan sepanjang 10 meter dan  tidak dapat di lalui kendaran di Aceh Barat

2. Dua tewas dan 3 orang lainnya tertimbun di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.


3. Gempa Bumi

Gempabumi di Perairan Selatan Jawa Barat.

Gempabumi terjadi pada hari Kamis, 11 Mei 2017, pukul 15:51:34 WIB, pusat gempa berada pada koordinat 7,84°LS dan 107,07°BT dengan magnituda 5,0 SR pada kedalaman 29 km, dan berlokasi 85 km sebelah barat daya Kota Garut. 

Penyebab gempabumi:

Gempa bumi diperkirakan berasosisasi dengan aktivitas subduksi lempeng Indo Australia di bawah lempeng Eurasia.

Dampak gempabumi:

Gempa bumi ini dirasakan di Garut, Sukabumi, Bogor dan Lembang dengan intensitas III MMI. Belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa. 

Rekomendasi:

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan  tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami.



Gempa bumi di Barat laut Maluku Tenggara Barat.

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 12 Mei 2017, pukul 04:46:14 WIB. Pusat gempa bumi berada pada koordinat 130,18° BT dan 6,64° LS dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 165 km berjarak 164 km barat laut Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Sedangkan menurut USGS, gempa bumi berpusat di 130,096° BT dan 6,554° LS dengan magnitudo 4,9 mb pada kedalaman 154,5 Km.

Dampak gempa bumi:belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Penyebab gempa bumi:diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia di bawah Laut Banda. 

Rekomendasi:Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.



II. DETAIL


1. Gunung Api


Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 1 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 (G. Sinabung*, Sumut); 
b. 17 gunung api Status Waspada/Level 2 (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono*, dan Banda Api); dan 
c. Sisanya 51 gunung api: Status Normal/Level 1. 


*Gunungapi Sinabung.
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin hingga pagi ini Sinabung lebih sering tampak cerah. Secara visual atau melalui rekaman seismograf teramati erupsi letusan sebanyak 2 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1800-2300 m, condong ditiup angin ke arah timur. Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman di Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi diikuti guguran lava yang meluncur sejauh 500 m ke arah tenggara dan timur dan tanpa diikuti oleh awan panas letusan/guguran.
Volume kubah lava yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava ke depan adalah sekitar 0,5 juta m3 atau 521.536 m3. (Ukuran Panjang = 106 m, Lebar = 152.8 m, Tebal = 32,2 m, pengukuran 21 April 2017)
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas pada tanggal 10 April 2017 yang lalu, meluncur sejauh 3,5 km ke lereng tenggara dan timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau kecil yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

*Gunungapi Dukono.
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung api tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 300- 500 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah barat. Letusan terbesar terjadi sebanyak 57 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km  di lereng utara dari puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Tobelo tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Informasi mengenai abu vulkanik produk aktivitas gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (http://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:

- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,

- BMKG, 

- Air Nav, 

- Air Traffic Control, Airlines,

- VAAC Darwin, 

- VAAC Tokyo, 

- dll

*VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Sinabung, Sumatera Utara. VONA terakhir terkirim pada 11 Mei 2017 pukul 16:05 WIB dengan kode warna ORANGE terkait letusan abu vulkanik mencapai ketinggian 4260 m di atas permukaan laut atau 1800 m dari puncak dan condong ditiup angin ke arah timur.
(2) G. Dukono, Maluku Utara. VONA terakhir terkirim pada pada 10 Mei 2017 pukul 12:42 WIT dengan kode warna ORANGE terkait letusan disertai abu vulkanik setinggi 1929 m di atas permukaan laut atau 700 m dari puncak dan condong ditiup angin ke arah barat.
Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah


Pada bulan Mei 2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih berpeluang terjadi dari  Pulau Sumatra hingga Papua. Daerah-daerah tersebut mencakup utamanya di daerah perbukitan dan pegunungan serta wilaya jalur jalan  seperti, Aceh bagian barat dan tengah; Bengkulu bagian utara, tengah dan selatan;Jambi bagian barat daya; Sebagian Lampung baratdaya; sebagian kecil baratdaya Prov. Riau; Sumatra Barat bagian utara, tengah dan barat, Sumatra Selatan bagian barat; Sumatra Utara bagian barat dan tengah; Banten baratlaut, selatan dan tenggara; Jawa Barat bagian tengah dan selatan; Jawa Tengah bagian tengah, tenggara dan utara; Yogyakarta bagian barat, utara dan timur laut; Jawa Timur bagian selatan dan tengah; Bali bagian tengah dan utara; sebagian  wilayah Kalimantan barat dan Timur; sebagian kecil bagian tengah dari Kalimantan Selatan; bagian tenggara dari Kalimantan Utara; Sebagian utara Gorontalo; Sebagian kecil tenggara dan tengah Sulawesi barat; bagian selatan, utara dan timur Sulawesi Selatan; Sulawesi Utara bagian tengah; Nusa Tenggara Barat bagian barat, tengah dan timur; Nusa Tenggara Timur bagian utara, baratdaya dan tenggara; Maluku bagian utara; Maluku Utara bagian barat; Papua Barat bagian utara, tengah dan selatan; Papua bagian utara dan tengah.
Kejadian tanah longsor dan banjir Bandang dalam 1 minggu terakhir  terjadi di 1. Kabupaten  Aceh Barat, Aceh*, 2. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur*, 3. Tangerang Selatan, Banten , 4. Kota Balikpapan, Kalimantan Timur,5 . Kabupaten Lebong, Bengkulu,6. Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung ,7.Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ,8. Kota Depok, Jawa Barat , 9.Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah .10. Kabupaten  Sleman, DIY ,11. Kabupaten Lebong, Bengkulu, 12. Kota Padang, Sumatera Barat, 13. Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,14. Kabupaten Temanggung , Jawa Timur, 15 . Gunung Kidul, DIY  ,16. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, 17. Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat, 18. Kabupaten Subang, Jawa Barat.


*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru: 


1. Aceh Barat, Aceh
Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pidie dengan Aceh Barat di KM 57 putus aksesnya sepanjang 10 meter dengan kedalaman 40 meter akibat longsor. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (10/5) sekitar pukul 23.45 WIB tadi malam. Kini jalan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Jalan putus tersebut terjadi persisnya di Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, Aceh. Sebelum terjadi longsor, wilayah tersebut diguyur hujan deras. Akibat putusnya jalan ini, pengguna jalan harus memutar arah atau menunggu pembersihan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3498458/jalan-lintas-provinsi-di-aceh-putus-akibat-longsor

Rekomendasi:

• Agar masyarakat yang tinggal di sekitar daerah bencana dan pengguna jalan lebih waspada, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor susulan, terutama pada saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama;

• Segera membersihkan material longsoran dan senantiasa hati-hati terhadap potensi longsor susulan;

• Jalur jalan agar segera di perbaiki dan dibuat tembok penahan pada dinding tebing jalan untuk mengantisipasi erosi lateral; 

• Menata saluran drainase agar tidak masuk ke dalam lokasi longsoran;

• Pemasangan rambu rawan bencana longsor untuk meningkatkan kewaspadaan;

• Memelihara vegetasi berakar kuat dan dalam untuk memperkuat kestabilan lereng;

• Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah. 

• Masyarakat agar selalu mengikuti arahan pemerintah daerah setempat


2. Mahakam Ulu, Kalimantan Timur
Lima warga Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, dilaporkan tertimbun longsor, saat sedang berteduh di tengah guyuran hujan deras di bawah dataran tinggi, kawasan bukit Pancang, Long Bagun. Dua tewas dan 3 orang lainnya tertimbun. Peristiwa ini terjadi ketika  kelimanya mendirikan pondok terpal, untuk berteduh. Peristiwa nahas itu terjadi Rabu (9/5) dini hari. Tanah di dataran tinggi yang berada di atas mereka longsor, dan menerjang pondok. Dua orang korban, Yunus dan Abo, berhasil dievakuasi warga sekitar. Tiga lainnya, masih dalam pencarian.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/longsor-di-mahakam-ulu-2-pencari-kayu-tewas-dan-3-lainnya-tertimbun.html

Rekomendasi:

• Penduduk yang tinggal dan beraktivitas pada lokasi yang berdekatan dengan tebing yang mengalami longsoran agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan diharap mengungsi ke tempat yang lebih aman terutama pada saat dan setelah turun hujan.

• Tidak melakukan kegiatan diatas atau dibawah tebing yang longsor karena dikhawatirkan akan terjadi longsoran susulan.

• Pencarian korban dan pembersihan material longsoran agar tidak dilaksanakan pada saat dan setelah turun hujan karena dikhawatirkan adanya longsor susulan yang bisa menimpa petugas pembersihan.

• Tidak melakukan penebangan hutan sembarangan

• Pemotongan lereng harap memperhatikan kaidah keteknikan tanah dan batuan.


3. Gempa Bumi


1. Gempa bumi di Barat laut Maluku Tenggara Barat 12 Mei 2017

Informasi Gempa bumi:Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 12 Mei 2017, pukul 04:46:14 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi berada pada koordinat 130,18° BT dan 6,64° LS dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 165 km berjarak 164q km barat laut Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Sedangkan menurut USGS, gempa bumi berpusat di 130,096° BT dan 6,554° LS dengan magnitudo 4,9 mb pada kedalaman 154,5 Km.
Kondisi geologi daerah terdekat:Daerah yang terdekat dengan pusat gempa bumi tersusun oleh endapan permukaan, dan batuan sedimen berumur Kuarter, serta batuan ketidakselarasan berumur Tersier. Pada daerah yang disusun oleh endapan Kuarter diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran sehingga rentan terhadap guncangan gempa bumi.
Dampak gempa bumi:Sampai laporan ini dibuat belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat guncangan gempa bumi ini.
Penyebab gempa bumi:Berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia di bawah Laut Banda. 

Rekomendasi:

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun pusat gempanya berada di laut, energi gempa ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami.

*2. Gempabumi di Perairan Sekatan Jawa Barat, 11 Mei 2017

Informasi gempabumi:Gempabumi terjadi pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada pukul 15:51:34 WIB, pusat gempa berada pada koordinat 7,84°LS dan 107,07°BT dengan magnituda 5,0 SR pada kedalaman 29 km, dan berlokasi 85 km sebelah barat daya Kota Garut. Menurut USGS, pusat gempa berada pada koordinat 7,527°LS dan 107,185°BT dengan magnituda 4,5 mb pada kedalaman 82,8 km.
Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempabumi:Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di selatan Jawa Barat. Daratan selatan Jawa Barat umumnya disusun oleh batuan sedimen, batuan gunungapi, dan batuan berumur Tersier lainnya yang telah mengalami pelapukan. Guncangan gempa bumi akan terasa lebih kuat di daerah sekitar yang disusun oleh batuan gunungapi berumur Kuarter dan batuan sedimen berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai dan memperkuat efek goncangan gempa bumi.

Penyebab gempabumi:

Berdasarkan posisi dan kedalaman, gempa bumi berada pada zona gempa sejajar dengan Zona Benioff. Gempa diperkirakan berasosisasi dengan aktivitas subduksi lempeng Indo Australia di bawah lempeng Eurasia.

Dampak gempabumi:

Berdasarkan informasi dari BMKG, BPBD dan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Garut, Sukabumi, Bogor dan Lembang dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa yang disebabkan gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun berpusat di laut, namun energinya tidak cukup untuk memicu tsunami.

Rekomendasi:

• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang energinya lebih kecil dari gempa utama.

Salam hormat

Ego Syahrial

 

<kembali>