Magma Indonesia Merupakan Produk Pelayanan Publik Badan Geologi, Masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Indonesia 2017

MAGMA Indonesia merupakan Produk pelayanan publik Badan Geologi,

masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Indonesia 2017

 

MAGMA Indonesia adalah produk pelayanan Badan Geologi yang mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2017, yang diadakan oleh Menpan-RB. Dari 3054 pendaftar KIPP diseleksi menjadi 1373. Tahap selanjutnya berdasarkan penilaian Tim Independen, terpilihlah 99 inovasi terbaik (Top 99) dan MAGMA Indonesia termasuk ke dalam Top 99 tersebut.

magmaindonesiamerupakanprodukpelayananpublikbadangeologimasuktop99kompetisiinovasipelayananpublikindonesia2017Gambar: Potensi Bencana Geologi di Indonesia

MAGMA Indonesia, singkatan dari Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia, adalah sebuah sistem teknologi informasi yang diinisiasi, dirancang, disupervisi, dibangun, dan dikembangkan secara mandiri 100% oleh PNS Badan Geologi tanpa menggunakan biaya APBN khusus. Lahirnya MAGMA Indonesia dilatarbelakangi oleh tingginya potensi ancaman bencana geologi di Indonesia yang bersumber dari 127 gunungapi aktif yang dapat meletus kapan saja dan dapat berdampak di darat (masyarakat dan infrastruktur) maupun di udara (penerbangan), 3 lempeng tektonik dan sesar di darat yang dapat mengakibatkan gempabumi dan dapat disertai tsunami, dan topografi berupa lereng yang curam dan tingginya curah hujan yang dapat mengakibatkan terjadinya gerakan tanah. Ironinya, kapasitas dan pengetahuan masyarakat Indonesia akan potensi bencana geologi di sekitarnya rata-rata masih relatif rendah. Oleh Karena itu, MAGMA Indonesia hadir dengan visi untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat maupun instansi (nasional maupun internasional) berupa informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi yang disajikan secara realtime, cepat, dan akurat melalui berbagai platform media yang terkoneksi internet.

MAGMA Indonesia Indonesia mulai dibangun sejak Januari 2015 dan terus dikembangkan hingga saat ini dengan milestone/perencanaan yang jelas dan terukur. Saat ini MAGMA Indonesia sudah dapat melayani masyarakat melalui aplikasi Web (dapat diakses di portal https://magma.vsi.esdm.go.id) maupun melalui aplikasi telepon pintar/smartphone Android (aplikasinya dapat diunduh di Google PlayStore (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.magma.pvmbg.magmaindonesia). Informasi dan rekomendasi yang disajikan MAGMA Indonesia meliputi 4 (empat) matra kebencanaan, di antaranya gunungapi, gempabumi, tsunami, dan gerakan tanah.

Fitur-fitur yang disajikan aplikasi MAGMA Indonesia sangat lengkap, padat dan mudah dipahami masyarakat awam. Untuk kebencanaan gunungapi, fitur-fitur yang disajikan di antaranya adalah (a) Informasi data pengamatan visual dan instrumental, tingkat aktivitas (status), dan rekomendasi gunungapi (Volcanic Activity Report/VAR), (b) Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunungapi, maupun (c) Informasi abu vulkanik gunungapi untuk keselamatan penerbangan (Volcano Observatory Notice for Aviation/VONA). Untuk kebencanaan gempabumi dan tsunami, fitur-fitur yang disajikan di antaranya adalah (a) Informasi kejadian dan tanggapan gempabumi beserta analisis dan rekomendasinya, dan (b) Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempabumi. Untuk kebencanaan gerakan tanah, fitur-fitur yang disajikan di antaranya adalah (a) Informasi kejadian dan tanggapan gempabumi beserta analisis dan rekomendasinya, dan (b) Peta Potensi maupun Zona Kerentanan Gerakan Tanah. Selain fitur-fitur kebencanaan geologi tersebut, fitur lainnya yang disediakan adalah Press Release (Siaran Pers) yang menyajikan informasi periodik mengenai kejadian spesifik maupun kegiatan koordinasi, sosialisasi, dan mitigasi bencana geologi lainnya. Fitur lain yang menjadikan aplikasi MAGMA Indonesia ini interaktif adalah fitur Lapor Bencana. Fitur ini dijadikan sebagai media pelaporan kejadian bencana geologi bagi masyarakat, pemda, maupun lainnya di sekitar wilayah bencana (Society Reporting System/SRS). Dengan fitur Lapor Bencana, diharapkan penanganan kebencanaan geologi dapat menjadi semakin cepat dan tepat sasaran.

Meskipun dibangun mandiri oleh PNS Badan Geologi, teknologi yang digunakan MAGMA Indonesia ini tidak ketinggalan dan bahkan tergolong sudah sangat maju. Hal ini tercermin dari apresiasi nasional maupun internasional terhadap aplikasi ini. John Pallister, Presiden VDAP-USGS mengatakan bahwa MAGMA Indonesia adalah aplikasi yang sangat inovatif yang tidak dimiliki semua negara dan dapat membantu menyelamatkan jiwa dan harta benda. VAAC Darwin yang memegang tanggungjawab dalam rekomendasi keselamatan penerbangan di wilayah Asia Tenggara dan Australia mengatakan bahwa pekerjaan mereka terbantu signifikan dengan adanya MAGMA Indonesia yang secara rutin memberikan notifikasi peringatan dini (Early Warning) untuk keselamatan penerbangan dalam bentuk VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation). Apresiasi lain yang sudah diterima oleh Badan Geologi di antaranya juga datang dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), Kementerian Perhubungan, dan lain-lain. Aplikasi MAGMA Indonesia juga telah muncul dalam pemberitaan nasional dan bahkan internasional, seperti Wall Street Journal, yang menyebut bahwa teknologi mitigasi bencana MAGMA Indonesia sudah sangat maju dan membantu banyak pihak untuk mengurangi risiko bencana.

 

Pengirim    : Lilies Marie

Sumber      : Martanto

 

<kembali>