Sosialisasi Bidang Museum Kegeologian Menuju Geopark Dieng

 Sosialisasi Bidang Museum Kegeologian Menuju Geopark Dieng

 

 

Dieng, sebuah dataran tinggi yang berada pada ketinggian 2.200-2.565 meter yang dijuluki negeri di atas awan, merupakan sebuah kawasan yang layak dijadikan geopark. Di kawasan yang sebagian besar wilayahnya termasuk Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo ini segala prasyarat untuk pengembangan kawasan berbasis konservasi itu dari sisi kekayaan alam dan budaya telah tersedia. Namun, potensi gas beracun yang sesekali muncul, perlu diwaspadai dengan suatu penataan yang terintegrasi antara konservasi, pendidikan, pariwisata dan mitigasi bencana.

Geosite yang sudah teridentifikasi di Kawasan Dieng antara lain Kawah Sikidang, Kawah Seleri, Kawah Candradimuka, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna, dan Telaga Pengilon, Telaga Menjer, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Dringo. Selain itu, terdapat juga potensi panas bumi. Keunikan tersebut bisa dijadikan keunikan Geopark. Semoga ragam geologi, hayati, dan budaya yang tersuguhkan di Dataran Tinggi Dieng itu didukung dengan upaya masyarakat dapat mewujudkan Dataran Tinggi itu menjadi Geopark yang memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Museum Geologi Badan Geologi menyelenggarakan Sosialisasi Bidang Museum Kegeologian, Jumat-Sabtu 10-11 Februari 2017 di Gedung Suharto Whitlam Dieng Banjarnegara, Dieng Jawa Tengah. Acara yang mengusung tema Menuju Geopark Dieng tersebut dihadiri oleh sekitar 80 peserta mulai dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang, para Kepala Dinas terkait (Pariwisata, Pendidikan, Kominfo), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kelompok Sadar Wisata, Pengamat Gunung Dieng, Kepolisian, Danramil, Camat, Kepala Desa, Bagana (Banser Siaga Bencana), Panas Bumi Geodipa, Perguruan Tinggi (UNPAD, UGM, UNDIP, UNSUD) serta menghadirkan tiga narasumber yaitu Hanang Samodra dari Badan Geologi membahas tentang memahami Geopark, Mega F. Rosana dari Pusat Penelitian Geopark UNPAD membahas penyusunan dokumen pengajuan Geopark Nasional, dan Budi Martono dari Geopark Gunung Sewu membahas pengalaman mengelola Geopark Gunung Sewu.

Acara ini merupakan kelanjutan sosialisasi tanggal 1-2 Juni tahun lalu di Wonosobo dan akan lebih fokus kepada penajaman kelayakan Dieng untuk diajukan sebagai Geopark Nasional dan persiapan pembentukan kelembagaan geopark.

Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial dalam sambutannya menyatakan bahwa Badan Geologi memiliki tugas memetakan situs-situs yang akan mendukung kelayakan Dieng sebagai Geopark. Sedangkan, kunci utamanya ada di pemerintah daerah, Pemerintah daerah Wonosobo, Banjarnegara maupun Batang perlu melakukan penataan infrasturktur, termasuk menerbitkan peraturan daerah sebagai landasaran hukum . Badan Geologi bekerja sama dengan berbagai unsur akademisi terkait upaya mewujudkan Geopark Dieng menjadi area konservasi bagi kekayaan alam, budaya hingga keanekaragaman hayati khas Dieng. Berangkat dari kenyataan geologis, peraturan perundang-undangan, serta rencana pembangunan jangka panjang di Indonesia, paradigma kegeologian ke depan berpedoman pada prinsip pembangunan berkelanjutan dan peningkatan perlindungan masyarakat. Implikasinya, dari sisi ekonomi, geologi di masa yang akan datang harus mendukung pergeseran prinsip pemanfaatan sumber daya alam dari eksploitatif atau sumber daya untuk revenue ke sumber daya untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan kata lain, kegiatan kegeologian kini dan ke depan dituntut agar lebih berdasar pada pendekatan untuk kepentingan masyarakat. Geopark atau taman bumi, yang secara manajemen, mengandung pengertian sebagai pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga segi keragaman, yaitu : keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).

Dengan demikian, sangat beralasan jika penerapan geopark harus dapat disinergikan dengan prinsip konservasi dan rencana tata ruang wilayah yang ada (existing) di kawasan terbangun. Melalui kegiatan yang berpilarkan pada tiga segi, yaitu : konservasi, pendidikan, dan penumbuhan ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata yang bertumpu pada geowisata, maka geopark akan memberikan keuntungan atau nilai, baik ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, maupun ekonomi. Keuntungan ini mula-mula akan dirasakan oleh masyarakat setempat, namun, lama kelamaan akan merambat pula ke masyarakat sekitarnya, bahkan ke masyarakat yang lebih luas lagi sebagai sebuah model.

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo menjelaskan bahwa target untuk menetapkan Dieng sebagai Geopark Nasional pada 2017 akan didukung penuh. Selain itu, penetapan Geopark ini juga sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga ekosistem dan alam di Dieng agar tidak semakin rusak.

sosialisasibidangmuseumkegeologianmenujugeoparkdiengSambutan Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial pada acara Sosialisasi Bidang Museum Kegeologian, di Gedung Suharto Whitlam Dieng Banjarnegara, Dieng Jawa Tengah, Jumat (10/02/17)

sosialisasibidangmuseumkegeologianmenujugeoparkdieng1Peserta Acara Sosialisasi Bidang Museum Kegeologian di Gedung Suharto Whitlam Dieng Banjarnegara, Dieng Jawa Tengah

 

 

Pengirim : Lilies Marie

 

 

 

<kembali>